Alif bocah yang makan nasi dengan garam pergi dari rumahnya bersama sang nenek

Bocah berusia 5 tahun bernama Alif Hidayat yang tengah menjadi sorotan warganet, setelah bersantap sahur hanya menggunakan nasi dan lauk garam, ditutup dengan segelas air putih saat berbuka puasa. Namun, setelah Alif dan keluarganya menerima bantuan hingga ratusan juta, ia justru menghilang. 
Salah seorang tetangga Alif, yakni Yono (41) menyaksikan kepergian sang bocah yang kini viral bersama neneknya. Dia melihat, Alif bersama neneknya Heni pergi dari rumah setelah dijemput seseorang menggunakan mobil Toyota Avanza selepas bedug Magrib. 

"Setelah magrib lah. Si ibu -nenek Alif- djemput sama orang naik Avanza," kata Yono yang mengaku tinggal disebelah rumah Alif dan neneknya di Tangerang.

Yono menjelaskan selain membawa cucu kesayangannya, Heni juga membawa tas berukuran besar. Yono sempat menanyakan perihal kepergian Alif dan neneknya karena penasaran.

"Pasa saya tanya, mau kemana Bu? Dia bilangnya mau pindah ke Wonosobo, pusing disini ditanyain terus," jelas Yono seraya menirukan nenek Heni.

Dirumah kontrakan sederhana di RT 04/03, Kampung Cacing, Gang Perjuangan, Tanah Gocap, Karawaci, Tangerang, Banten yang dihuni Alif Hidayat dan nenek Heni pun tampak sepi. Sejumlah awak media terlihat tengah menanti kedatangan sang bocah viral tersebut.

Foto bocah bernama Alif yang tengah berada di kereta diunggah akun Instagram @tikalestariparmana dan menjadi viral di media sosial. Tika menceritakan bahwa anak itu sahur hanya dengan menyantap nasi dan garam, serta buka puasa cuma pakai air putih. Foto dan cerita Tika mengundang simpati warganet kepada Alif.

Alif tinggal di sebuah rumah dekat tempat pemakaman. Dia tinggal bersama neneknya, Heni (49), di dalam bangunan reot. Bocah periang itu sudah lama ditinggal mati kedua orangtuanya karena kasus kecelakaan sepeda motor. Waktu itu, dia masih berusia 11 bulan. Sejak itulah, Heni jadi tumpuan. 

"Sejak orangtuanya wafat, saya merawat Alif dari umur 11 bulan hingga kini. Saya sangat kecewa pada diri saya, karena saya tidak bisa menyekolahkan Alif karena keterbatasan biaya," ujar Heni, Senin (27/5). Suaranya serak karena menahan tangis.

Alif seharusnya belajar di taman kanak-kanak bersama teman-temannya. Sayangnya, itu hanya mimpi karena nenek tak mampu membiayai.

"Tepat pada bulan Agustus 2018 nanti, Alif seharusnya masuk ke SD. Tapi mau bagaimana lagi, tanpa ada biaya saya hanya bisa pasrah," kata Heni.

Heni menangis. Dia melihat ke arah cucunya yang tengah bermain. Pada waktu bermain, tak ada kesedihan dalam wajahAlif. 

"Saya hanya berharap Alif tetap ceria seperti anak-anak lainnya bisa bermain. Saya pun selalu menahan tangis tiap harinya jika melihat teman-teman Alif sekolah," kata Heni.

Di bulan puasa ini, Alif ikut berpuasa, tetapi tak penuh.

"Alif ikut puasa, tapi hanya setengah hari saja. Saya dan Alif kalau sahur makan dengan nasi dan garam, buka puasa hanya buka dengan air putih saja," kata Heni.

Heni tidak punya pekerjaan tetap. Berkat postingan Tika di IG, Alif dan Heni mendapat bantuan dari masyarakat.