Gadis 19 tahun dibacok sang kekasih
Kekerasan dalam sebuah hubungan percintaan remaja kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang gadis yang masih berusia 19 tahun. Ia bernama Firda Maisura gadis asal Bireuen, Aceh yang dibacok oleh kekasihnya sendiri AU. 
Meski awalnya pelaku sempat mengelak, akan tetapi setelah dilakukan serangkai pendalaman, akhirnya ia mengaku sebagai pelaku pembacokan. Dirinya melakukan pembacokan tersebut lantaran cemburu, karena diduga Firda selingkuh. Pelaku juga mengakui telah menghamili Korban.

“AU diamankan dan dilakukan introgasi, pada saat awal diintrogasi Aulia tidak mengakui melakukan penganiayaan terhadap korban. Setelah diajukan sejumlah bukti, ia akhirnya tidak bisa mengelak,” ujar Kapolres Bireuen.

AU telah ditangkap setelah bersangkutan datang ke rumah sakit menjenguk korban. Menurut pengakuan pelaku, ia menyabet parang ke muka Firda karena didera rasa cemburu.

Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto mengungkapkan kejadian tersebut terjadi di rumah pelaku. Setelah dibacok korban dibuang ke Bendungan di Gamping Beunyot. Warga yang melihat ia berjalan bersimbah darah tiba-tiba pingsan lalu warga segera mengevakusi korban dan dibawa ke RS Bireuen Medical Centrel (BMC).

Korban alami cacat permanen
Akibat perbuatan AU, Firda pun harus mengalami cacat permanen bahkan nyaris tewas. Pelaku menambahkan ternyata sebelum peristiwa pembacokan, korban datang ke rumah pelaku membicarakan, perihal perselingkuhan dan kehamilan. Namun pihak kepolisian belum memeriksa secara medis tentang kehamilan itu.

Selanjutnya tim identifikasi mengambil sidik jari yang terdapat di motor dan melakukan perbandingan dengan sidik jari Aulia. Mendapatkan bukti terbaru, polisi menginterogasi ulang Aulia. Pada saat diintrogasi, di belakang daun telinga sebelah kanan dan jari tangan serta baju koko yang dipakainya ditemukan bercak darah.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah orangtua Aulia dan dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa sebilah parang bergagang kayu yang terdapat bercak darah. Sarung warna hitam motif garis putih yang terdapat bercak darah, jaket switer berwarna merah yang terdapat bercak darah

Polisi juga menemukan celana kain panjang warna abu-abu yang terdapat bercak darah, handuk warna biru putih, lipstik merek Moca ditemukan di samping rumah, serta HP android merk Vivo yang terdapat bercak darah yang diduga milik korban. 

Kemudian setelah menganiaya korban dengan menggunakan parang, korban dibawa menggunakan sepmor Honda Beat milik korban ke Dusun Mane Desa Beunyot, Juli, Bireuen. Aulia meninggalkan korban dalam keadaan terluka di sana. Kapolres juga menjelaskan, sebelum dibacok pelaku menghubungi korban dan menyuruh untuk datang ke rumah. Tiba di sana korban pun dibacok di bagian wajah.

“Korban dibacok di rumah tersangka dan kemudian dibawa ke Bendungan di Gampong Beunyot. Motifnya pelaku sakit hati karena korban diduga selingkuh,” imbuh Kapolres Bireuen.