Usai kejadian tragis yang menewaskan nyawa seorang wanita, warga Kampung Tengah, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang memberi kesaksian soal Pantai Karang Serang.
Awalnya Laura dan Stefanus cekcok di rumah Laura di Jalan Alaydrus, Petojo Utara, Jakarta Pusat setelah melakukan foto prewedding.
Saat cekcok Stefanus empat kali menusuk Laura di bagian dada, leher, dan punggung.
Kemudian ia tiga kali membakar jasadnya di Pantai Karang Serang, Kamis (3/5/2018).
Useng (75), pemotong kayu yang tinggal tak jauh dari pantai tersebut, mengaku kerap diganggu hal-hal aneh.
Ia kerap merasakan ada yang mengikutinya dekat di belakangnya tiap setelah Magrib.
"Setiap hari saya memotong kayu di sini sama bikin musala. Sudah lewat jam enam Magrib, suka ada yang mengikuti, deket banget di belakang saya," cerita Useng di lokasi, Selasa (8/5/2018).
Anak-anak muda yang biasanya nongkrong di warung situ pun sudah tak kelihatan lagi.
Useng juga menyatakan bahwa di malam hari kerap terlihat sosok yang berjalan di jembatan saat tak ada orang.
"Tempat ini menjadi sepi, biasanya banyak anak muda nongkrong di warung sini. Sekarang jadi enggak pernah lagi. Soalnya sering lihat kalau malam suka ada yang jalan di jembatan ini padahal tidak ada siapa-siapa di sana," jelas Useng.
Ia menambahkan, pantai itu menjadi berbau busuk seperti bangkai, terlebih di tempat mayat Laura mengambang.
"Ya memang keruh, tapi di sini tidak ada banyak sampah, enggak sampai bau juga. Tapi sekarang seperti bau bangkai," ucap Useng sambil menunjuk lokasi mayat Laura ditemukan mengambang.
Menurut warga, tanah tempat mayat Laura dibakar di bibir pantai masih menghitam, dan suasana pantai sepi saat mendekati pukul 18.00 WIB.